Thursday, July 24, 2014

ADMINISTRASI PAROKI

questBanyak orang mengalami kesulitan dan karenanya enggan berurusan dengan sekretariat paroki atau ketua lingkungan. Sulitkah mengurus administrasi paroki? Tidak, asalkan menggunakan jalur yang sudah ditentukan. Mengapa perlu ada ketentuan? Supaya pelayanan administrasi dapat mencapai sasaran: Ramah, Cepat, Tepat dan Tuntas. Keramahan itu mesti juga muncul dalam penentuan persyaratan adminstrasi, misalnya, diutamakan maksud ataupun inti ari persyaratan itu, tidak terpaku kaku pada tulisan peraturan yang tertulis.

Untuk membantu banyak warga yang ingin mendapatkan pelayanan yang ramah, cepat, tepat dan tuntas, berikut saya sampaikan beberapa kentetuan yang berlaku di paroki St. Antonius Padua Bidaracina. Mungkin syarat ini sedikit berbeda dengan kebijakan pastoral paroki lain, namun secara prinsip, semua paroki memiliki ketentuan yang sama karena bersumber dari hukum yang sama.

MENGURUS BAPTISAN BAYI: setiap pasutri kristiani punya tanggungjawab untuk mewariskan kekayaan imannya kepada anak-anak yang dipercayakana Tuhan kepada mereka. Hal itu ada dalam pernyataan tertulis pada saat dilakukan penyelidikan kanonik. Seorang bayi dari keluarga kristiani, hendaknya secepatnya dibawa ke gereja untuk dibaptis. Syarat-syaratnya adalah:

  1. Fotocopy Surat Nikah Gereja (bila kedua orangtuanya menikah di Gereja), atau
  2. Surat pernyataan tidak berkeberatan dari orang tua kandung (bila masih ada) atau wali yang bertanggungjawab atas hidup anak itu, dan kesanggupan orang tua asuh/wali untuk mendampingi dan mendidik  anak ini secara katolik.
  3. Fotocopy surat kenal lahir/akte kelahiran (bila ada
  4. Mengisi formulir permandian bayi (formulir bisa didapatkan di ketua lingkungan atau pun sekretariat paroki - GRATIS!!!)
  5. Membawa Surat Pengantar dari Lingkungan yang bersangkutan.
  6. Orang tua calon baptis atau yang bertanggungjawab atas hidup anak, wajib mengikuti persiapan pembaptisan bayi yang diadakan setiap minggu ke-3 pukul 10.00 di gedung serbaguna paroki.
  7. Membawa anak/bayi untuk dibaptis pada minggu ke-4 tiap bulan di gereja paroki pukul 10.30.
Untuk baptisan Dewasa, silakan langsung menghubungi sekretariat paroki atau pastor paroki untuk mendaftarkan diri dan meminta formulir katekumenat.


MENGURUS PERKAWINAN: Perkawinan katolik adalah suci, karena itu harus dipersiapkan secara sungguh-sungguh. Dalam kondisi normal, setiap pasangan pria-wanita yang hendak menikah di gereja Katolik hendaknya:

  1. Dengan membawa Surat Pengatar dari Lingkungan setempat, melaporkan rencana menikah kepada Pastor Paroki (bukan kepada pastor lain). Untuk perkawinan yang keduanya katolik, setidaknya 3 bulan sebelum perkawinan, dan untuk perkawinan campur, 4 bulan sebelum menikah.
  2. Mengikuti Kursus Persiapan Perkawinan hingga memperoleh sertifikat kursus.
  3. Melakukan penyelidikan kanonik dengan pastor paroki, dengan ketentuan: bila keduanya katolik, kanonik diprioritaskan di tempatcalon mempelai wanita. Bila perkawinan campur, kanonik dilaksanakan di tempat calon yang katolik.
  4. Yang perlu dibawa saat penyelidikan kanonik adalah:
    • Surat Baptis Terbaru dari paroki tempat dibaptis (utk yang katolik, maksmal 6 bulan): untuk melihat status liber gerejawi. 
    • Surat Baptis (dan Sidi) untuk yang beragama kristen
    • Sertifikat Kursus Persiapan Perkawinan kedua calon mempelai
    • Pas Photo berdampingan ukuran 4x6 sebanyak 3 lembar
    • Fotocopy KTP
    • Fotocopy Kartu Keluarga Paroki (bila dari keluarga katolik)
    • Surat Kematian dari pasangan hidup sebelumnya, bila pernah menikah di Gereja Katolik; atau Surat Cerai, bila sudah pernah menikah di luar Gereja Katolik
    • Surat Pernyataan tidak berkeberatan dari orang tua/wali, bila calon mempelai belum berusia 21 tahun saat penyelidikan kanonik. 
    • Fotocopy Akte Kelahiran (khususnya untuk yang non-katolik)
    • Surat Ijin menikah dari Keduataan atau Konsulat atau Institusi berwenang untuk calon yang berasal dari Luar Negeri.
  5. Untuk peneguhan atau pengesahan perkawinan yang sudah dilaksanakan di luar gereja katolik, hendaknya dibicarakan kasusnya terlebih dahulu dengan pastor paroki.
Bila calon mempelai katolik belum menerima sakramen krisma, hendaknya secepatnya diusahakan agar dapat menerimanya. Mengingat perkawinan itu suci, maka hendaknya para calon mempelai katolik menerima sakramen tobat lebih dulu sebelum perayaan sakramen perkawinan. Hal-hal lain yang belum jelas, dapat ditanyakan langsung kepada pastor paroki.

Agenda Paroki

Seputar Paroki

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
Find us on Facebook
Follow Us