Thursday, July 24, 2014

SANTO ANTONIUS DARI PADUA

Fernando,nama permandian dari bayi mungil yang lahir pada 1195. Ia adalah putra tunggal dari pasangan Martin and Maria Bulhom, sebuah keluarga bangsawan yang kaya dan terhormat di Lisabon, Portugal.

Ia masuk Ordo Santo Agustinus pada 1212, meski pamannya sempat menentang keras keinginannya. Di ordo ini, ia mendapatkan pendidikan intelektual yang sangat baik. Sayang, ia merasa kehidupan di biara ini tidak mendukung kehidupannya. Dengan izin superiornya, ia meninggalkan biara menuju Biara Santo Agustinus di Koimbra. Ia melanjutkan studi sampai berumur 25 tahun dan ditahbiskan menjadi imam di Koimbra.

Di Koimbra, ia menjalin persahabatan dengan para Fransiskan. Dalam perayaan Misa agung menyambut tulang-belulang lima martir pertama Fransiskan yang dibunuh di Maroko, ia terdorong untuk menjadi martir. Jiwa muda Fernando bergolak. Pada tahun 1220, Fernando pindah ke Ordo Saudara-Saudara Dina atau Fransiskan dan mendapat nama baru Antonius.

Ia menjadi misionaris dan berangkat ke Maroko di Afrika. Tetapi, karena sakit keras, ia kembali lagi ke biara pusat di mana ia menggunakan sebagian besar waktunya untuk berdoa dan membaca Kitab Suci.

Tahun 1221, ia mengikuti kapitel di Asisi yang dipimpin oleh Santo Fransiskus. Pada kesempatan itu ia diminta berkhotbah. Semua saudara kagum akan khotbahnya. Karena kepiawaiannya itu, ia diutus untuk berkhotbah kepada umat di Perancis, Italia, dan Sisilia.

Ke mana pun ia pergi, orang datang berduyun-duyun untuk mendengarkan khotbahnya. Menurut legenda, bahkan ikan-ikan di danau pun bersembulan keluar untuk mendengarkan khotbahnya. Sembilan tahun lamanya ia berkhotbah, mempertobatkan banyak orang, dan melakukan banyak mukjizat di Perancis, Sisilia, dan Italia.

Karena kesibukan itu, ia sering lupa makan dan kurang istirahat. Ia jatuh sakit. Pada 13 Juni 1231, ia wafat di Arcella, pada usia 36 tahun. Jenazahnya disemayamkan di Gereja Santa Perawan Maria di Padua.

 

Antoniusdari Padua diberi gelar Santo oleh Paus Gregorius IX pada 1232. Pestanya dirayakan setiap 13 Juni. Tahun 1946, Paus Pius XII memberi gelar “Pujangga Gereja”. Paus Pius XII menegaskan bahwa ajaran-ajaran yang disampaikan Santo Antonius berjiwakan Injil suci. Oleh karena itu, Santo Antonius sering digambarkan sedang memeluk Kitab Suci.

Pada suatu kisah, seorang frater novis membawa pergi buku mazmur kecil kesukaannya. Ia sangat sedih karena kehilangan buku itu. Ia terus berdoa agar buku itu bisa kembali. Doanya terkabul. Frater novis yang mengambilbukunya itu merasa tidak tenang dan mengembalikan buku Santo Antonius.

Santo Antonius sangat dicintai umat sebagai penolong dalam segala kesulitan. Dengan perantaraannya, barang-barang yang hilang pun bisa ditemukan kembali. Santo Antonius diangkat menjadi santo pelindung barang-barang yang hilang ataupun dicuri karena pengalaman hidupnya.

Find us on Facebook
Follow Us